Terlambat Apel, 3 Sipir Petugas LP Narkotika Langsa “Babak Belur”kan Napi Usai Buka Puasa

korban Pemukulan Langsa – Seorang Petugas Pemasyarakatan memiliki tugas dan tanggungjawab melakukan pembinaan kepada setiap narapidana dan diharapkan dengan cara  pendidikan serta berbagai pelatihan yang diberikan oleh pemerintah diharapkan agar setiap petugas lapas dapat menjadi  pembina yang baik.
Lain halnya yang terjadi di LP Narkotika Langsa, 3 orang petugas sipir lapas &Gebukin& seorang napi yang terlambat ikut apel pada Selasa (13/7) sekitar pukul 19:00 Wib Lepas marib.
Dari informasi yang berhasil dihimpun dari kalangan warga binaan lapas narkotika, sayed Zulkifli napi terpidana 8 tahun dalam kasus narkoba sore itu sekitar pukul 18:00 Wib sedang berada dikamar 29 menemui rekannya untuk meminta makanan buka puasa.
Sekembalinya ke kamar 41  yang dihuninya ternyata kamar sel tersebut telah dikunci dari luar,dari keterangan teman-temannya jika baru saja kamar mereka di apel oleh petugas, tidak berapa lama sayed dipanggil ke pos penjaga,disana para petugas meminta sayed untuk kembali ke pos penjagaan lepas magrib.
Setelah berbuka puasa dan shalat magrib di musalla dalam lapas,kembali sayed diminta datang ke pos penjagaan, disaksikan oleh seorang napi berstatus tamping, sayed zulkifli dihajar menggunakan tangan dan kaki oleh 3 petugas sipir secara brutal.
Walaupun sayed telah meminta maaf serta memberi penjelasan penyebab dirinya terlambat apel namun ketiga oknum petugas sipir berinitial R (23), A (25), D (33) malah semakin brutal membogem bagian wajah dan kepalanya dirinya yang dalam posisi berjongkok.
Tidak sampai disitu saja,belum puas dengan memukul serta membogem napi tersebut, oknum petugas penjagaan tadi memasukkan sayed ke kamar napi yang sakit epilepsi atau ayan serta kotor,Akibat pukulan dari ketiga petugas tersebut,sayed mengalami luka dan memar dibagian wajah tepat dipelipis mata serta bagian kepala yang membengkak  tanpa adanya upaya perawatan serta diobati oleh pihak lapas.
Sementara itu Sayed Arifin warga Kab. Bireun mewakili pihak keluarga korban yang  menghubungi Reporter  menyampaikan, kebenaran atas insiden penganiyaan yang menimpa napi sayed dilapas narkotika kemarin kemarin selasa (13/7), Sayed Arifin salahsatu keluarga napi  tersebut menyesalkan apa yang tejadi pada sayed.
Pihak keluarga kepada Reporter  menyatakan tidak menerima dan akan membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian untuk mendapat proses hukum,menurut sayed arifin  sikap ke 3 oknum petugas sipir tersebut sudah tidak manusiawi.
Ditempat terpisah M Basri Koordinator YARA Aceh Timur , Membenarkan jika pihaknya  telah mendapat Laporan dari para napi didalam lapas narkotika Atas Kebrutalan 3 Oknum petugas lapas narkotika langsa terhadap sayed zulkifli napi pindahan dari lapas lhokseumawe yang dituding salahsatu napi yang mengancam bakar lapas Lhokseumawe,yang kemudian diamankan di polres belakangan dipindahkan ke lapas narkotika langsa. 
Menurut basri yang menghubungi Reporter pada Rabu (14/7) melalui handphone selulernya mengatakan, ” Apapun kesalahan napi kan manusia juga,ada cara ataupun solusi untuk mengubah ataupun menghukumnya,kalau yang dipukuli itu binatang dan yang ditendang  itu bola, jadi jika itu dipraktekkan petugas lapas sama juga tidak membina namanya namun membinasakan” ujarnya  
“Insiden ini tidak bisa diselesaikan dengan kata maaf  saja namun dengan proses hukum ataupun tindakan tegas dari internal agar menjadi contoh untuk,petugas lainnya” tambah basri dengan tegas

Reporter : T Sayed Azhar